To be Clever

Array

Array

Berkerja Dari Rumah

Writing by yuli on Wednesday, 11 of February , 2009 at 2:09 pm

7 Tips untuk berhasil berkerja dari rumah

By Yuli

Sekarang sudah bukan hal yang aneh lagi apabila orang memilih berhenti berkerja dan memulai berkerja dari rumah, dan bahkan ada beberapa teman saya yang memang tidak pernah mau kerja dengan orang lain sejak mereka selesai sekolah, dan saya lihat dengan ketekunan, keberanian serta jiwa pantang menyerah, menyebabkan mereka berhasil dalam bisnisnya dan sekarang penghasilan mereka rata-rata jauh diatas teman mereka yang berkerja sama orang lain walaupun kerja yang mereka lakukan itu semuanya dikerjakan dari rumah.

Kegagalan banyak juga yang dialami oleh orang yang memilih berkerja dari rumah, dan pada umumnya kegagalan ini disebabkan beberapa faktor yang relatif umum dan bisa kita bisa pelajari supaya kita juga tidak mengalami kegagalan kalau kita memutuskan untuk serius mendapatkan penghasilan dari rumah. Dan dibawah ini adalah 7 tips yang bisa kita pelajari dan terapkan supaya berhasil berkerja dari rumah

1. Buat tempat kerja khusus dirumah

Jika rumah anda luas, anda bisa pilih salah satu ruangan yang ada untuk menjadi kantor anda, dan jika rumah anda tidak memungkinkan membuat satu ruangan khusus untuk kantor anda, maka anda bisa memilih salah satu sudut dari ruangan rumah anda untuk menjadi kantor. Dan letakan semua peralatan kantor anda ditempat anda ditempat itu, dan ini akan membuat pekerjaan anda lebih efisien, karena anda tahu dimana anda akan ambil barang anda secara cepat jika ingin melakukan sesuatu dengan pekerjaan anda

2. Tentukan rencana dan target yang ingin dicapai

Anda harus membuat target yang ingin dicapai, dan rencana untuk mencapai target tersebut, buat schedul harian, mingguan, bulanan dan tahunan langkah-langkah yang anda ingin lakukan untuk mencapai target tersebut, dan letakan di kantor anda ditempat yang setiap hari bisa anda lihat

3. Belajar dari yang ahli

Belajar terus dari segala sumber yang bisa dipercaya, terutama dari orang yang sudah berhasil dibidang anda tersebut, dan ikuti langkah dia, dan lebih baik lagi kalau anda bisa mengembangkan lebih effektif dan kreatif dari guru anda tersebut

4. Disiplin

Anda harus disiplin dengan langkah yang anda buat. Banyak orang gagal berkerja dari rumah karena mereka tidak disiplin dengan rencana yang telah dibuat, karena mereka merasa kerja sendiri, sehingga tidak merasa masalah kalau tidak disiplin dengan rencana tersebut

5. Buat Email dan Website

Kalau bisnis anda itu bisnis online, maka kedua hal diatas kemungkinan besar sudah anda buat, tapi kalau bisnis anda adalah bisnis offline yang anda jalankan dirumah, maka untuk mendapat hasil maksimal lebih baik jika anda mempunyai email serta website sendiri, dengan email dan website diharapkan bisnis anda bisa lebih maju, dan target anda berkerja dari rumah bisa lebih cepat dicapai

6. Evaluasi

Lakukan evaluasi atas hasil yang diperoleh selama anda berkerja dirumah. Anda bisa melakukan evaluasi seminggu sekali, sebulan sekali, tiap 3 bulan atau lainnya, semuanya terserah anda. Kemudian kembangkan hal yang bisa membuat anda berhasil, serta pelajari hal yang membuat anda gagal kemudian  buat langkah baru agar yang gagal bisa berhasil

7. Buat Hukuman dan penghargaan

Walaupun ini bisnis sendiri yang dikerjakan dari rumah, dengan membuat hukuman dan penghargaan kalau anda gagal ataupun berhasil dalam menjalankan bisnis, hal ini bisa menambah motivasi anda untuk berkerja lebih baik. Anda bisa membuat hukuman atau penghargaan sesuai dengan anda inginkan, yang bisa membuat anda bersemangat untuk tidak terkena hukuman dan sebaliknya bersemangat untuk mendapat penghargaan.

Lakukan langkah diatas terus menerus, dan kalau anda gagal jangan putus asa, tapi anggap saja kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, kemudian anda perbaiki dan membuat strategi serta rencana yang lebih baik, dan kemudian lakukan lagi sehingga usaha anda untuk sukses berkerja dari rumah bisa anda capai

  • Share/Bookmark

Comments (1)

Category: Berkerja dari Rumah

Top incoming search terms for this post

Array

Array

Orang Beruntung dan Sial

Writing by yuli on Wednesday, 4 of February , 2009 at 12:24 am

Hal Yang Membedakan Orang Beruntung dan Sial

Cerita dibawah ini saya peroleh dari teman saya yang dia peroleh juga dari orang lain, saya tertarik untuk sharing cerita ini kepembaca ini karena ceritanya cukup menarik karena ada hal yang bisa kita petik dari cerita dibawah ini yang mungkin bisa bermanfaat untuk hidup kita selanjutnya, selamat membaca:

=====================================================
Anda pasti kenal tokoh si Untung di komik Donald Bebek. Berlawanan dengan Donald yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus.Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini.

Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donald. Jika Untung dan Donald berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang di jalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, don’t worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris,mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?
Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompok sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan
bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Ternyata Orang-2 yg beruntung memiliki sikap hidup yang lebih rileks dan
terbuka terhadap Pengalaman-2 baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru.. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber
berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet.Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak
mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.
Orang yang beruntung ternyata Lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “Hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih.Angka-angka akan sangat membantu, tapi Final Decision umumnya dr “Good Feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan.

Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin
tajam.

Banyak teman saya yang bertanya, “Bgmn cara mendengarkan intuisi??” Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran dengar suara.Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:

Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-2an ya, mau dapet rejeki barangkali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.

- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.

- Isyarat dari luar. Baca “isyarat2″ dari luar yang datang pada Anda.Saya juga beberapa kali mengalami. Misalnya pernah saja tiba2 di TV saya kok merasa sering melihat iklan suatu perusahaan tertentu, kemudian ketemu teman kok membicarakan perusahaan itu lagi, di jalan melihat iklan perusahaan tadi. Belakangan perusahaan tadi ternyata menjadi klien saya. Jadi kalau akhir2 ini Anda sering berpapasan dengan Mercedez S-Class dua pintu, barangkali itu suatu pertanda.

3. Selalu berharap Kebaikan akan datang.
Orang yang beruntung ternyata Selalu Ge-Er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan mengubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof. Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka.

Reaksi orang dari kelompok Sial umunya adalah: “Wah sial benar ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “Untung Saya ada di sana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan mendapat uang. ” Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekolah Keberuntungan Prof Wiseman.
Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof. Wiseman bahkan membuka Luck School.. Saya yakin Anda semua sudah beruntung dan tidak perlu bersekolah di Luck School. Tapi ada baiknya mengintip sedikit, latihan2 apa yang diberikan di Luck School.

Salah satu yang menonjol dari Orang Sial adalah betapa mereka sering mengabaikan hal-hal yang positif di sekitar mereka. Misalnya salah satu pasien Prof. Wiseman, adalah seorang wanita single parent, yang sangat sial.

Ketika diminta menceritakan hidupnya akan segera nyerocos menceritakan setiap detil kesialannya. Betapa sulitnya memperoleh pasangan, sudah ketemu pria yang cocok tapi si pria jatuh dari motor, di lain kesempatan si pria jatuh dan patah hidungnya, sudah hampir menikah, gerejanya terbakar, dan sebagainya. Pokoknya benar2 sial.

Padahal, dalam setiap interview, si Wanita datang membawa 2 orang anak yang sangat lucu2 dan sehat. Sebagian besar dari kita akan merasa sangat beruntung memiliki 2 anak tadi. Tapi tidak bagi si wanita sial tadi. Karena 2 anak lucu tadi tidak ada dalam pikiran si wanita, yang otaknya sudah penuh dengan “K.E.S.I.A.L. A.N”.

Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, wanita tadi harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi. Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya
akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan. Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, semakin mereka akan sadari betapa mereka beruntung. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.
Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa
beruntung. Termasuk Anda.

==================================================

Kesimpulan yang bisa kita tarik dari cerita diatas adalah, kesialan dan keberuntungan yang menciptakan adalah diri kita sendiri tanpa disadari atau tidak, tindakan dan cara bersikap orang beruntung selalu berpikiran positip dan melihat celah dari setiap kesempatan, serta mengikuti instiusi dan hati nuraninya, sedangkan orang yang sial melakukan hal sebaliknya. Dan itu menyebabkan orang yang merasa beruntung akan selalu beruntung sedangkan orang yang merasa sial akan selalu sial

incoming search terms for the article:

  • Share/Bookmark

Comments (1)

Category: Inspirasi dan Opini

Top incoming search terms for this post

Business Online Lesson

Work From Home
formula business