To be Clever

Array

Array

Belajar Dari Monyet

Writing by yuli on Thursday, 2 of July , 2009 at 1:07 pm

Cerita ini diperoleh dari kiriman email salah satu teman saya di forum yang saya ikuti, dan mungkin pernah juga anda membacanya. Dan saya sharing cerita “belajar dari monyet” disini karena ada pelajaran yang bisa kita ambil yang bisa kita terapkan dalam hidup kita supaya kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik lagi, selamat membaca!

============================================================================

Mungkin ada yang pernah membaca artikel menarik tentang tehnik berburu monyet di hutan-hutan Afrika, Caranya begitu unik. Sebab, tehnik itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun. Maklum, ordernya memang begitu. Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma. Tujuannya, agar mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup. Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya, mereka tingal meringkus monyet- monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan. Kok,bisa ? Tentu kita bisa menduga jawabannya.

Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana!

============================================================================

Melihat tingkah monyet Africa seperti itu, mungkin membuat kita tertawa atas kebodohan mereka, tapi sebenarnya dalam hidup kita tanpa disadari kita sering melakukan tindakan yang bodoh dan merugikan diri sendiri, tetapi tetap kita lakukan walaupun kita tahu bahwa tindakan itu salah misal:

Seorang manusia yang terjebak dengan narkotika, atau orang lainnya yang kecanduan minuman beralkohol atau sex bebas, ataupun orang yang sering berjudi dalam hidupnya, dan contoh lainnya rasa dendam didalam hati terhadap seseorang dimana sudah saling memaafkan tetapi tetap saja kita merasa sakit hati dan dendam kepada orang tersebut, dan banyak lagi contoh-contoh lainnya dimana kita melakukan tindakan bodoh seperti monyet diatas, tapi kita tetap menjalankannya.

Sebenarnya setiap ada kemauan pasti ada jalan, walaupun kita sulit melakukan perubahan setelah menjalankan kebiasaan jelek yang telah kita lakukan bertahun-tahun, tetapi semuanya bisa dirubah asal ada kemauan kuat dari diri sendiri, karena saya yakin pada dasarnya manusia itu berhati baik dan ada hati nurani yang selalu mengingatkan kita jika melakukan kesalahan, tapi karena pengaruh dan keadaan saja yang mempengaruhi mereka menjadi jahat. Ada yang cepat sadar  mengikuti hati nuraninya, dan ada juga yang tidak sadar sama sekali sampai dengan maut menjemput. semoga kita bukan salah satu darinya, dan semoga ada pelajaran yang bisa diambil dari artikel “belajar dari monyet’ diatas.

  • Share/Bookmark

Leave a comment

Category: Inspirasi dan Opini

Top incoming search terms for this post

Array

Array

Pelajaran Hidup

Writing by yuli on Thursday, 25 of June , 2009 at 5:25 pm

Pada suatu hari sepasang suami istri sedang makan bersama di rumahnya. Tiba- tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan si pengemis itu, si istri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya, sebagai seorang wanita patuh kepada suaminya, dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya, “Wahai suamiku, bolehkah aku memberi makanan  kepada pengemis itu?” Rupanya suaminya memiliki karakter yang berbeda dengan wanita itu. Dengan suara lantang dan kasar menjawab, “Tidak usah! Usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!”  Si wanita terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia berlalu dan kecewa.

Pada suatu hari yang naas perdagangan lelaki ini jatuh bangkrut. Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena ketidakcocokan sifat dengan istrinya, rumah tangganya menjadi  berantakan sehingga terjadilah perceraian. Tak lama sesudah habis masa iddahnya bekas istri lelaki yang pailit itu menikah lagi dengan seorang pedagang di kota dan hidup berbahagia.

Pada suatu hari ketika wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang baru), tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya, “Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?” Suaminya menjawab, “Berikan  makan pengemis itu!”.

Setelah memberi makanan kepada pengemis itu istrinya masuk ke dalam rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan heran bertanya kepadanya, “Mengapa engkau menangis? Apakah engkau menangis karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?”. Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih, “Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan taqdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada di luar itu? Dia adalah suamiku yang pertama dulu”.  Mendengar keterangan istrinya demikian, sang suami sedikit terkejut, tapi segera ia balik bertanya, “Dan engkau, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini? Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!”.

Kesimpulan:
Di dunia ini tidak ada yang abadi, dunia bagaikan roda berputar, ada kalanya di atas, dan  ada kalanya juga di bawah jadi kalau lagi di atas jangan sombong dan takabur, memandang rendah orang lain yang nasibnya tidak beruntung karena bisa saja nasib berubah dan kita yang dulunya berpunya dan berkuasa kini harus merangkak diari bawah. Buat yang sedang di bawah pun harus tetap semangat, jangan Cuma mengeluh pasrah karena Tuhan tidak akan merubah keadaan umatNya jika mereka tidak mau berusaha dan hanya bermalas-malasan saja.

incoming search terms for the article:

  • Share/Bookmark

Leave a comment

Category: Inspirasi dan Opini

Top incoming search terms for this post

Business Online Lesson

Work From Home
formula business