Cerita Kehidupan dari Pohon Pir
Hari ini saya mendapat kiriman dari seorang teman mengenai cerita kehidupan dari pohon pir, dan karena saya merasa ceritanya cukup bagus dimana bisa menyadarkan saya untuk tidak terlalu gembira dan terlalu sedih atas segala sesuatu yang saya hadapi dalam menjalankan kehidupan didunia ini, dan berbaik sangka atas segala sesuatu dan takdir yang telah diberikan Tuhan kepadaku. Semoga juga bermanfaat bagi anda yang membaca cerita ini.
======================================================
Suatu hari seorang ayah menyuruh anak2nya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yg berbeda.
Anak pertama disuruhnya pergi pada musim DINGIN,
anak ke 2 pada musim SEMI,
anak ke 3 pada musim PANAS,
dan yg ke 4 pada musim GUGUR.
Anak 1: pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.
Anak 2: pohon itu dipenuhi kuncup2 hijau yg menjanjikan.
Anak 3: pohon itu dipenuhi dgn bunga2 yg menebarkan bau yg harum.
Anak 4: ia tdk setuju dgn saudaranya, ia berkata bhw pohon itu penuh dgn buah yg matang dan ranum.
Kemudian sang ayah berkata bhw mereka semua benar, hanya saja masing-masing melihat di waktu yg berbeda.
Ayahnya berpesan: “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yg sulit.”
Ketika kamu sedang mengalami masa2 sulit, segalanya terlihat tdk menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bhw kamu tdk mampu, bodoh dan bernasib sial…
Ingatlah, kamu berharga di mata TUHAN, tdk ada istilah “nasib sial” bagi orang percaya!
Kerjakan yg menjadi bagianmu dan percayalah TUHAN akan mengerjakan bagian-Nya…
Jika kamu tdk bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yg menjanjikan harapan, dan kamu tdk akan menuai hasil di musim gugur.
“Kegelapan malam tidak selamanyanya bertahan, esok akan datang fajar yg mengusir kegelapan. Karena itu, selalu ada pengharapan yg baru ”
=======================================================
Cerita kehidupan dimulai pada saat kita dilahirkan ke dunia tanpa membawa apa-apa, dan akan berakhir setelah kita meninggalkan dunia juga tanpa membawa apa-apa selain dosa dan amal ibadah yang kita perbuat selama kita hidup didunia,
Sedih atau senang akan datang silih berganti, dan sering sekali pada saat kita senang kita ingin kesenangan ini akan selamanya kita miliki dan kita merasa Tuhan sedang berbaik dengan kita, dan sebaliknya disaat sedih kita merasa kita adalah orang yang termalang didunia, dan Tuhan tidak berbuat baik dengan kita, padahal kesenangan dan kesedihan , kekayaan dan kemiskinan akan datang silih berganti, dan ini adalah cara Tuhan untuk menguji apakah kita bisa melangkah dengan baik dalam menjalankan kehidupan, dan apakah pantas kita untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi di alam sana dimana kita sudah meninggalkan dunia ini untuk selamanya
Belajar Dari Monyet
Cerita ini diperoleh dari kiriman email salah satu teman saya di forum yang saya ikuti, dan mungkin pernah juga anda membacanya. Dan saya sharing cerita “belajar dari monyet” disini karena ada pelajaran yang bisa kita ambil yang bisa kita terapkan dalam hidup kita supaya kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik lagi, selamat membaca! ============================================================================ … Continue reading



